PERAN GEREJA DALAM PENDIDIKAN POLITIK: SOSIALISASI POLITIK PADA GENERASI Z GPIB MARKUS DALAM PEMILU PRESIDEN 2024
Abstract
ABSTRAK
Pendidikan politik merupakan bagian penting dalam pembentukan warga negara yang kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab. Institusi keagamaan, termasuk gereja, memiliki posisi strategis sebagai salah satu agen sosialisasi politik yang dapat membentuk orientasi, sikap, dan kesadaran politik jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Markus dalam pendidikan politik bagi Generasi Z menjelang Pemilihan Presiden Tahun 2024. Fokus penelitian meliputi peran gereja dalam menjaga netralitas politik, sosialisasi penolakan terhadap politik uang, serta membangun kesadaran partisipasi politik Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pimpinan gereja, ketua pemuda, dan jemaat Generasi Z, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan kerangka teori sosialisasi politik Almond dan Verba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPIB Markus berperan sebagai agen sosialisasi politik sekunder melalui kegiatan pembinaan, seminar, diskusi, katekisasi, dan penyampaian nilai-nilai Kristiani. GPIB Markus menjaga netralitas politik dengan tidak memberikan dukungan kepada partai politik maupun pasangan calon tertentu, tetapi tetap mendorong jemaat untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Sosialisasi anti politik uang dilakukan melalui penanaman nilai kejujuran, integritas, keadilan, dan tanggung jawab moral. Pendidikan politik juga mendorong Generasi Z untuk lebih kritis terhadap informasi politik serta lebih sadar akan pentingnya berpartisipasi dalam pemilu.
Kata Kunci: Gereja, Pendidikan Politik, Sosialisasi Politik, Generasi Z, Netralitas Politik, Politik Uang.
ABSTRACT
Political education is an important aspect in developing critical, participatory, and responsible citizens. Religious institutions, including churches, hold a strategic position as political socialization agents that can shape the political orientation, attitudes, and awareness of their members. This study aims to analyze the role of the Indonesian Protestant Church in the Western Part (GPIB) Markus in providing political education for Generation Z in the context of the 2024 Presidential Election. The research focuses on the church's role in maintaining political neutrality, socializing the rejection of money politics, and building political participation awareness among Generation Z. This study employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews with church leaders, youth leaders, and Generation Z congregation members, supported by observation and documentation. The data were analyzed descriptively-analytically using Almond and Verba's theory of political socialization. The findings indicate that GPIB Markus functions as a secondary agent of political socialization through youth development, seminars, discussions, catechism, and the transmission of Christian values. GPIB Markus maintains political neutrality by refraining from supporting particular political parties or presidential candidates while encouraging congregation members to exercise their voting rights responsibly. Anti-money politics socialization is carried out through the promotion of honesty, integrity, justice, and moral responsibility. Political education also encourages Generation Z to become more critical toward political information and more aware of the importance of participating in elections.
Keywords: Church, Political Education, Political Socialization, Generation Z, Political Neutrality, Money Politics.
